Categories
Pendidikan

Pendidikan Karakter Terintegrasi tentang Mata Pelajaran

Pendidikan Karakter Terintegrasi tentang Mata Pelajaran

Pendidikan Karakter Terintegrasi tentang Mata Pelajaran


Selain berbagai kekurangan dalam praktik pendidikan di Indonesia, sebagai referensi untuk pengembangan kurikulum (CTSP) dari Standar Pendidikan Nasional, dan implementasi pembelajaran dan penilaian di sekolah, tujuan pendidikan di tingkat dasar, menengah dan menengah dan sekolah menengah bisa dilakukan dengan sangat baik. Pengembangan karakter juga termasuk dalam materi yang harus diajarkan, dikuasai, dan ditafsirkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari. Masalahnya adalah bahwa pendidikan karakter di sekolah masih menyentuh tingkat pengakuan norma atau nilai-nilai, belum pada tingkat internalisasi dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Meningkatkan Kualitas Pendidikan Karakter

Untuk meningkatkan kecukupan dan kualitas pendidikan karakter, Kementerian Pendidikan mengembangkan desain pendidikan karakter yang komprehensif untuk setiap jalur, level, dan jenis unit pendidikan. Grand design menjadi referensi konseptual dan pengembangan operasional, implementasi dan evaluasi di semua bidang dan tingkat pendidikan. Dalam konteks integritas proses psikologis dan sosiokultural, konfigurasi karakter dikelompokkan sebagai berikut: perkembangan spiritual dan emosional, perkembangan intelektual, pengembangan fisik dan kinestetik, perkembangan fisik dan kinetik, dan perkembangan fisik dan kinetik. Pengembangan kreativitas). Pengembangan dan implementasi pendidikan karakter harus dilakukan dengan mengacu pada desain yang hebat.

Pasal 13, paragraf 1, Sistem Pendidikan Nasional dalam Pasal 20 tahun 2003

Menetapkan bahwa jalur pendidikan terdiri dari pendidikan formal, non-formal dan non-formal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya. Pendidikan non formal adalah cara pendidikan keluarga dan lingkungan. Pendidikan non formal sebetulnya memainkan peran besar dan berkontribusi terhadap keberhasilan pendidikan. Siswa bersekolah hanya 7 jam sehari atau kurang dari 30%. Sisanya (70%) adalah siswa dari keluarga dan lingkungan. Dari segi waktu, pendidikan di sekolah hanya berkontribusi 30% terhadap hasil pendidikan siswa.

Selama periode ini, pendidikan non-formal, terutama di lingkungan keluarga, tidak memberikan kontribusi yang signifikan terhadap dukungan keterampilan dan pembentukan karakter siswa. Hal ini disebabkan beberapa hal, seperti kesibukan orang tua dan aktivitas kerja yang relatif tinggi, kurangnya pemahaman orang tua tentang pendidikan anak-anak di lingkungan keluarga, pengaruh pergaulan di sekitarnya, dan pengaruh orang tua. media elektronik. Alternatif untuk mengatasi masalah ini adalah pendidikan karakter terintegrasi, yang terdiri dari mengintegrasikan dan mengoptimalkan kegiatan pendidikan non-formal di lingkungan keluarga dengan pendidikan formal di sekolah. Dalam hal ini, waktu belajar siswa di sekolah harus dioptimalkan, sehingga kualitas hasil belajar dapat terjamin, terutama karakter siswa sesuai dengan tujuan pendidikan.

Pendidikan karakter dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran dalam mata pelajaran apa pun. Bahan pembelajaran tentang norma atau nilai-nilai dalam setiap mata pelajaran harus dikembangkan dan diklarifikasi dalam konteks kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, mempelajari nilai-nilai karakter tidak hanya kognitif, tetapi juga menyentuh internalisasi dan praktik nyata dalam kehidupan siswa sehari-hari di masyarakat.

Kegiatan ekstrakurikuler yang dilakukan oleh sekolah adalah salah satu lingkungan potensial untuk menciptakan karakter siswa dan mengembangkan kualitas akademik. Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan pendidikan ekstrakurikuler untuk membantu siswa berkembang sesuai dengan kebutuhan, potensi, kemampuan dan minat mereka, terutama melalui kegiatan yang diselenggarakan oleh pendidik dan / atau tenaga kependidikan dan kompeten di sekolah. Melalui kegiatan ekstrakurikuler, potensi dan prestasi siswa, serta keterampilan dan emosi tanggung jawab sosial mereka, diharapkan dapat ditingkatkan.

Pendidikan Karakter dengan Manajemen Sekolah

Pendidikan karakter di sekolah juga terkait erat dengan manajemen sekolah. Manajemen yang dimaksud adalah bagaimana pendidikan karakter direncanakan, diimplementasikan, dan dikendalikan dalam kegiatan pendidikan di sekolah. Administrasi mencakup nilai-nilai untuk vaksinasi, konten kurikulum, pembelajaran, penilaian, pendidik dan staf pendidikan, dan komponen terkait lainnya. Oleh karena itu, manajemen sekolah adalah salah satu sarana pendidikan karakter yang efektif di sekolah.

 

Baca Juga Artikel Lainnya :