Categories
Perikanan

Cara Budi Daya Ikan Lele

Banyak orang yang tergiur dengan kesuksesan budi faya ikan lele, khususnya lele sangkuriang, pemberitaan tentang tokoh-tokoh yang sukses dalam usaha ternak budidaya lele semakin menginspirasi, banyak orang yang ikut terjun dan berharap meraih kesuksesan dalam usaha ini. Ditambah lagi dengan semakin banyaknya informasi dari beberapa media tentang peluang usaha budidaya ikan lele yang semakin menjanjikan karena pangsa pasarnya yang luas dan permintaan ikan lele yang terus meningkat, bahkan belakangan ini telah ramai dibicarakan bahwa ikan lele akan ikut andil dalam komoditi akspor, dikarenakan ada beberapa negara yang memang sangat membutuhkan pasokan ikan lele. Bagi para pelaku usaha dan bisnis hal ini tentunya lebih menambah semangat lagi untuk segera memulai usaha budidaya ikan lele.
Semangat dan keyakinan memang sangat dibutuhkan dalam merintis suatu usaha, akan tetapi kesuksesan membutuhkan lebih dari sekedar semangat dan keyakinan, telah banyak orang yang merasa yakin dan bersemangat penuh untuk menggeluti usaha budidaya atau ternak ikan lele harus berakhir dengan kegagalan yang menyedihkan, jenis usaha atau bisnis yang berbasis pada makhluk hidup memang mempunyai tantangan tersendiri, sebagai oarang yang baru akan memulai ayau mungkin sudah pernah gagal tidak ada salahnya langkah-langkah dibawah ini dijadikan bahan pertimbangan:

Cara Budi Daya Ikan Lele

Memilih Lokasi

Lokasi merupakan salah satu bagian penting dalam rencana budidaya ikan lele. Ketika sudah memilih suatu tempat untuk usaha pembesaran lele, sulit untuk kemudian memindahkannya ketika usaha tersebut telah berjalan. Lele hidup dengan baik di daerah dataran rendah hingga lokasi yang tinggi, dengan ketinggian maksimum 700 meter dpl. Jika lokasi budidaya di atas 700 meter dpl, akan beresiko menurunkan produktivitas dan memperlambat pertumbuhan lele. Oleh karenanya, ketika memilih lokasi perlu didasarkan atas pertimbangan yang matang. Meskipun lele tidak menuntut banyak atribut dalam hal lingkungan, tetapi tidak semua lahan bisa dijadikan untuk area perkolaman. Setidaknya ada tiga persyaratan yang harus dipenuhi ketika akan memilih lahan untuk dijadikan area perkolaman, yaitu persyaratan teknis, sosial, dan ekonomis.

Secara teknis, lahan untuk area perkolaman sebaiknya dekat dengan sumber air, tetapi bukan merupakan daerah yang rawan banjir. Hal ini akan memudahkan dalam pengadaan air sebagai media hidup lele.

Namun demikian, lele merupakan jenis ikan yang mampu hidup pada air tergenang sehingga dengan sumber air yang sedikit usaha pembesaran lele sudah bisa dijalankan. Secara sosial, kegiatan pembesaran lele sebaiknya tidak mengganggu aktivitas masyarakat sekitar. Demikian juga kegiatan masyarakat sekitar tidak mengganggu proses produksi pembesaran lele. Sementara secara ekonomi, lahan untuk kolam lele sebaiknya disesuaikan dengan skala usaha. Selain itu juga kunci sukses (secara ekonomi) budidaya lele dapat terjadi ketika kita dapat menghemat biaya pakan, artinya kita harus bisa membuat pakan lele sendiri dengan formulasi nutrisi yang tepat untuk pertumbuhan lele. Secara lebih rinci akan diuraikan di cara membuat pakan di blog ini.

 

Persiapan Kolam

Persiapan kolam merupakan merupakan kewajiban dan harus diperhatikan dengan baik bagi para pelaku usaha budidaya lele, banyak kesalahan awal terjadi dari sini, kolam ikan lele yang tidak memenuhi persyaratan akan berakibat buruk untuk kelanjutan usaha budidaya ikan lele, kolam haruslah disesuaikan dengan kebutuhan, apakah untuk segmen pembenihan, atau segmen pembesaran, demikian juga dengan jenis kolamnya, kolam tanah, kolam semen, atau kolam terpal, ukuran kolam juga harus diperhatikan agar dapat disesuaikan dengan kisaran tebar ideal yang biasanya berkisar 100 s/d 120 ekor/m2.
Berbagai jenis kolam memiliki kelebihan dan kekurangan. Saat ini, kolam terpal banyak digunakan karena pembuatannya cukup praktis, biayanya cukup murah, dan daya tahannya cukup lama. Namun, beberapa pembudidaya tetap memilih kolam tanah sebagai tempat budidaya lele karena dianggap lebih alami dan paling ideal bagi lele.

Memilih Benih

Memilih benih yang akan digunakan untuk pembesaran lele merupakan aspek yang penting. Benih inilah awal dari usaha pembesaran lele. Laju pertumbuhan lele kemudian sangat dipengaruhi oleh kondisi benih saat akan ditebar. Berikut kriteria memilih benih:
1. Benih berasal dari varietas yang tahan penyakit dan laju pertumbuhannya tinggi. Varietas benih yang memiliki kedua kriteria tersebut antara lain lele sangkuriang, lele dumbo, lele paiton, lele phyton.
2. Adapun varietas yang dipilih, pastikan benih tersebut dalam kondisi sehat. Benih yang sehat ditandai dengan pergerakannya yang aktif, nafsu makan bagus, tidak menggerombol disatu sisi/tempat, dan tidak menggantung di tepi wadah. Secara fisik ukuran tubuhnya berbanding lurus dengan umurnya, sungutnya utuh, dan ekornya berbentuk normal. Kulit benih tampak cerah dan mengkilat. Bentuk tubuh dari kepala sampai ekor tampak proporsional.
3. Ukuran benih seragam. Hal ini penting, mengingat lele adalah hewan yang memiliki sifat kanibal yang tinggi. Bila ada benih yang berukuran kecil kemungkinan akan dimangsa oleh benih yang berukuran besar
4. Benih didapat dari indukan yang berkualitas baik. Untuk memastikannya, anda bisa mendatangi tempat pembibitannya. Pastikan proses pembibitan dilakukan dengan prosedur yang tepat dan menggunakan indukan yang unggul.

 

Memilih Pakan

Seperti halnya manusia, lele juga merupakan makhluk hidup yang perlu mendapatkan asupan gizi atau nutrisi yang baik untuk pertumbuhannya. Gizi yang penting bagi ikan lele adalah protein, lemak karbohidrat, vitamin dan mineral. Bagi lele, protein digunakan sebagai sumber energi untuk pembaruan/mengganti jaringan yang rusak dan pertumbuhan ikan. Lemak bagi lele berfungsi sebagai sumber asam lemak esensial (EFA) yang berperan penting bagi pertumbuhan dan pertahanan, komponen pembentuk membran sel dan subsel, serta berperan penting terhadap fungsi biologi, seperti pemeliharaan sistem membran, transpor lipid, dan prekursur hormon steroid. Karbohidrat berfungsi menggantikan protein dan lemak sebagai sumber energi. Umumnya, penggunaan karbohidrat bertujuan untuk mengurangi biaya pakan karena sumber energi karbohidrat lebih ekonomis serta mudah mudah dicerna dan di manfaatkan oleh ikan
Hal yang perlu diperhatikan ketika memilih pakan lele adalah bahan penyusunnya. Lele merupakan binatang karnivora. Oleh karenanya, pilih pakan yang banyak mengandung bahan hewani, seperti tepung ikan, ikan runcah, tepung darah, tepung daging dan tulang, serta tepung kepala udang

 

Pemberian Pakan

Terdengarnya mudah, tapi jangan pernah menganggap remeh masalah pemberian pakan untuk iakn lele, apa lagi bagi para pembudidaya yang baru memulai, boleh jadi ikan lele adalah jenis ikan yang rakus dan tergolong omnivora, tapi jika tidak benar dalam tata cara dan waktu pemberian pakannya sama saja anda sedang melakukan pembuangan uang ke dalam kolam. Hal ini akan menyebabkan banyak jenis penyakit yang timbul dan mengakibatkan kematian pada ikan lele, disebabkan dari kesalahan tata cara dan waktu pemberian pakan, kalau sudah demikian dua hal yang pasti akan terjadi, anda akan kehilangan banyak bibit lele da pakan akan terbuang sia-sia.

 

Manajemen Air

Perawatan dan pengelolaan air sangat penting dilakukan karena ikan hidup pada media air. Oleh karena itu, media hidup ikan ini perlu dirawat sebaik mungkin walaupun lele mempunyai alat bantu pernapasan berupa labirin/arboresen yang bisa digunakan untuk mengambil oksigen langsung dari udara dan termasuk jenis ikan yang dapat bertahan hidup pada kondisi air yang kurang baik dengan kepadatan tinggi.
Kualitas air dalam kolam bisa diukur secara fisik dan kimia.
Secara fisik, parameter yang bisa digunakan sebagai berikut:

– Air harus bersih
– Berwarna hijau cerah
– Kecerahan/transparansi sedang (30-40 cm)
– pH air berkisar antara 6-9
– Oksigen terlarut dalam air harus > 1 mg/l

sementara parameter kualitas air secara kimia sebagai berikut:

– Bebas dari senyawa beracun, seperti amoniak
– Mempunyai suhu optimal (22-26 C). Suhu air mempengaruhi laju pertumbuhan, laju metabolisme ikan, nafsu makan ikan, dan kelarutan oksigen dalam air

Penurunan kualitas air yang kerap terjadi merupakan penurunan kandungan oksigen dan peningkatan amoniak yang ditandai menurunnya nafsu makan pada ikan. Upaya pencegahan penurunan kualitas air dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

– Alirkan air ke dalam kolam secara terus menerus, apabila ketersediaan air berlebih
– Lakukan pergantian air dengan jalan membuang setengah dari volume air kolam dan menggantinya dengan air baru