Categories
Pendidikan

Manajemen SDM

Manajemen SDM

Manajemen SDM

Pengertian manajemen SDM diperoleh berdasarkan pemahaman terhadap definisi yang dikemukakan oleh para ahli seperti, Fisher dkk., Ivancevich, Byars dan Rue, Dessler, serta Noe dkk.

Menurut Fisher dan kawan-kawan (1990), manajemen sumber daya manusia meliputi keseluruhan keputusan dan praktek manajemen yang secara langsung berdampak atau mempengaruhi orang-orang yang bekerja untuk organisasi. Sedangkan keseluruhan keputusan dan praktek manajemen meliputi: perencanaan sumber daya manusia dan analisis jabatan; masukan organisasional; pengembangan produktivitas sumber daya manusia; penilaian kinerja dan sistem penghargaan; dan menjaga agar sumber daya manusia tetap awet (sustain) bekerja dalam organisasi.
Menurut Ivancevich, manajemen sumber daya manusia adalah suatu fungsi yang dilaksanakan di dalam organisasi yang mempermudah pemanfaatan karyawan secara efektif untuk mencapai tujuan organisasional dan individu.
Menurut Byars dan Rue, manajemen sumber daya manusia meliputi aktivitas-aktivitas yang dirancang untuk mengurus dan mengkoordinasi sumber daya manusia dalam suatu organisasi.
Menurut Dessler, manajemen sumber daya manusia mengacu pada praktek dan kebijakan yang diperlukan untuk melaksanakan aspek-aspek personalia dari jabatan manajemen.
Menurut Noe dan kawan-kawan, manajemen sumber daya manusia mengacu pada kebijakan, praktek, dan sistem yang memengaruhi perilaku, sikap, dan kinerja karyawan.

Berdasarkan pada definisi di atas, dapat kita katakan bahwa manajemen sumber daya manusia mencakup keseluruhan kebijakan, praktek, dan sistem untuk mengelola sumber daya manusia dalam organisasi dengan cara yang paling efektif untuk mencapai baik tujuan organisasional maupun individu.

 

Siapa penyelenggara fungsi dan aktivitas manajemen sumber daya manusia?

Pengetahuan mengenai penyelenggara fungsi dan aktivitas manajemen SDM ini penting untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa bahwa para penyelenggara fungsi dan aktivitas manajemen sumber daya manusia itulah nantinya yang harus bertanggung jawab menghadapi dan menjawab tantangan yang tertuju pada praktek manajemen sumber daya manusia di dalam organisasi.

Saudara mahasiswa, pendelegasian tugas-tugas manajemen sumber daya manusia telah lama berubah. Pada awalnya, para manajer pada level tertentu secara pereodik terlibat pada setiap fungsi utama manajemen sumber daya manusia. Contoh, pelibatan hampir seluruh manajer (tidak saja manajer SDM) dalam sejumlah aspek perekrutan karyawan, penseleksian, pelatihan, pengembangan, penggajian, pembentukan tim, dan pengevaluasian.

Pada organisasi kecil, sebagian besar fungsi manajemen sumber daya manusia dilaksanakan oleh pemilik atau manajer operasi. Organisasi kecil umumnya tidak memiliki unit sumber daya manusia, sehingga manajer operasi memiliki banyak tanggung jawab terhadap manajemen sumber daya manusia. Pada organisasi menengah, bahkan beberapa organisasi besar, fungsi manajemen sumber daya manusia dilaksanakan oleh bagian sumber daya manusia yang bersifat umum. Bagian yang bersifat umum ini mencurahkan sebagian besar waktunya untuk masalah-masalah sumber daya manusia, meskipun tidak mengkhususkan diri pada satu bidang tertentu dari manajemen sumber daya manusia.

Sejalan dengan perkembangan organisasi, pekerjaan bagain umum ini kemudian dipecah-pecah dan beberapa dari pecahan tersebut menjadi fungsi khusus. Manajemen sumber daya manusia adalah salah satu bagian yang menjadi fungsi khusus tersebut. Oleh karena itu, pada organisasi besar biasanya memiliki departemen sumber daya manusia atau departemen personalia tersendiri yang bertanggung jawab terhadap pengarahan fungsi manajemen sumber daya manusia.

Saudara mahasiswa, fungsi utama departemen sumber daya manusia adalah memberikan dukungan terhadap manajer operasi pada keseluruhan persoalan yang berhubungan dengan sumber daya manusia. Dengan demikian, sebagian besar departemen sumber daya manusia melaksanakan peranan staf tradisional dan terutama bertindak di dalam kapasitasnya sebagai penasehat. Disamping menasehati manajer operasi, departemen sumber daya manusia biasanya mengorganisasi dan mengkoordinasi pengangkatan dan pelatihan; memelihara dokumen kepersonaliaan; bertindak sebagai penghubung antara manajemen, pekerja, dan pemerintah; dan mengkoordinasi program-program keselamatan kerja. Oleh karena itu, dalam usaha pencapaian sasaran organisasi, manajemen sumber daya manusia membutuhkan koordinasi yang erat dengan manajer operasi.

 

Apa tantangan manajemen sumber daya manusia kini dan di masa mendatang?

Menurut Byars dan Rue (1997), ke depan tantangan yang dihadapi manajemen sumber daya manusia adalah munculnya isu-isu keberagaman di tempat kerja;

  • adanya perubahan tuntutan dari pemerintah;
  • adanya perubahan struktur organisasi;
  • adanya perkembangan teknologi khususnya teknologi informatika; dan
  • adanya isu pendekatan manajemen yang cenderung kearah pemberdayaan karyawan dan tim kerja mandiri. Manajemen sumber daya manusia telah berkembang menjadi luas dan telah berubah dari hanya sekedar administrasi aktivitas-aktivitas pekerjaan, hubungan buruh, kompensasi, dan kesejahteraan yang bersifat tradisional ke arah lebih banyak berintegrasi baik ke dalam manajemen maupun ke dalam proses perencanaan strategis organisasi.

 

Alasan Manajemen SDM memiliki peran yang luas

Salah satu alasan sehingga manajemen sumber daya manusia memiliki peran yang lebih luas adalah lingkungan organisasional yang telah menjadi lebih beragam dan kompleks. Dibandingkan dengan kondisi dimana angkatan kerja secara historis banyak didominasi oleh kaum pria, pada saat ini angkatan kerja sangat beragam dan diperkirakan dimasa mendatang lebih beragam lagi meliputi banyak dimensi termasuk jenis kelamin, ras, penduduk asli, agama, umur, dan kaum minoritas. Keberagaman di tempat kerja menggambarkan suatu tantangan baru dan berbeda bagi masing-masing manajer. Tantangan lain selain keberagaman adalah akibat adanya perubahan tuntutan dari pemerintah, struktur organisasi, teknologi, dan pendekatan manajemen.

 

Sumber : https://sarjanaekonomi.co.id/

Categories
Pendidikan

Model Diagnosis Manajemen Sumber Daya Manusia

Model Diagnosis Manajemen Sumber Daya Manusia

Model Diagnosis Manajemen Sumber Daya Manusia
Model diagnosis manajemen SDM merupakan kerangka yang dapat membantu manajer memusatkan perhatiannya pada seperangkat faktor yang relevan. Model sendiri merupakan peta yang membantu seseorang dalam melihat bagan, baik secara keseluruhan maupun per bagian. Ada tiga faktor yang terangkum sebagai bagian dari model diagnosis manajemen sumber daya manusia, yaitu orang, lingkungan internal dan eksternal, dan organisasi.

Model tersebut menegaskan sejumlah pengaruh utama dari lingkungan internal dan eksternal yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi kesesuaian antara aktivitas manajemen sumber daya manusia dan orang.

Dengan mempelajari model diagnosis tersebut dapat mengetahui bahwa dalam kaitan bekerja bersama dengan orang lain, sejumlah aktivitas manajemen sumber daya manusia harus dipraktikkan secara efektif. Contoh, untuk mendorong individu menggunakan daya kemampuannya, maka tidak akan cukup hanya dengan suatu analisis jabatan saja, kegiatan-kegiatan lain, seperti evaluasi kinerja, kesejahteraan dan pelayanan yang layak, serta skema kerja yang menarik juga diperlukan. Aktivitas-aktivitas manajemen sumber daya manusia secara keseluruhan berkaitan satu sama lain dan memiliki kombinasi pengaruh terhadap orang. Hal itu karena ”pengaruh” akan mengena kepada ”orang”, dan pada gilirannya ”orang” akan berhubungan dengan ”keefektifan kriteria”. Fungsi manajemen sumber daya manusia harus dilaksanakan agar organisasi tetap kompetitif dan tetap hidup.
Saudara mahasiswa, ada tiga faktor yang mempengaruhi aktivitas manajemen sumber daya manusia suatu organisasi, yaitu faktor internal, faktor eksternal, dan orang. Para manajer harus mempertimbangkan tiga faktor tersebut sebelum membuat keputusan. Mereka perlu menganalisis manajemen sumber daya manusia atau orang dengan permasalahannya dengan menggunakan semua data riil. Setelah itu baru memutuskan sebab-akibat mana yang menimbulkan permasalahan dan bagaimana masalah tersebut dapat dipecahkan. Contoh, seorang manajer mendapat laporan bahwa produktivitas di departemennya mengalami penurunan. Manajer tsb harus berfikir bahwa penurunan produktivitas disebabakan oleh beberapa alasan. Mungkin karena peralatan yang digunakan mengalami kerusakan sehingga tidak layak, atau bahan baku dan bahan penolong berkualitas rendah. Atau mungkin karena faktor karyawan. Mungkin karena karyawan yang memiliki keahlian tinggi telah dipromosikan, atau ditransfer ke tempat lain atau bahkan telah keluar, sedangkan penggantinya tidak memiliki keahlian dan pengalamanan yang memadai. Atau kemungkinan lain disebabkan oleh moral karyawan.

Dalam menginvestigasi permasalahan, manajer tersebut menggunakan kerangka diagnosis. Jika manajer berkesimpulan bahwa penyebab jeleknya produksi yang paling mungkin adalah rendahnya kepuasan karyawan, maka solusi masalah tersebut dapat dicari, misal, manajer memberikan kondisi kerja yang lebih baik, menaikkan upah dan kesejahteraan finansial lain, mengembangkan komunikasi antara supervisor dengan karyawan, mendesain ulang jabatan untuk membuat karyawan lebih tertarik dan tertantang, atau mengubah gaya kepemimpinan manajer. Namun jika setelah dilakukan penanganan terhadap moral ternyata produktivitas masih tetap rendah, manajer akan meneruskan investigasinya kepada sebab-akibat berikutnya yang paling mungkin dari masalah yang sedang dihadapi, demikian seterusnya sehingga ditemukan sebab-akibat yang paling tepat.

Kekuatan Lingkungan Eksternal Dan Internal

Gambar 1 menunjukkan bahwa program manajemen sumber daya manusia di dalam organisasi dipengaruhi dan mempengaruhi lingkungan eksternal (di luar organisasi) dan internal (di dalam organisasi). Di satu sisi, pengaruh lingkungan eksternal, seperti hukum dan peraturan pemerintah, prosedur dan tuntutan serikat buruh, kondisi ekonomi dan angkatan kerja memiliki dampak yang signifikan terhadap program-program manajemen SDM. Di sisi lain, program manajemen SDM suatu perusahaan harus beroperasi di dalam kerangka adanya keterbatasan sumber daya yang tersedia dan kompetensi yang dihasilkan oleh organisasi.

Sebagai salah satu fungsi penting diantara fungsi-fungsi internal organisasi lain, seperti keuangan, akuntansi, riset dan pengembangan, pemasaran, dan produksi, maka manajemen SDM harus berinteraksi dengan program-program internal dan eksternal tersebut yang terangkai dalam suatu orkestra keseluruhan sistem organisasional.

 

Manajemen Sumber Daya Manusia Global

Apabila suatu organisasi telah memutuskan menjadi perusahaan dalam skala internasional, maka dia akan dihadapkan pada standar pelaksanaan hukum dan etika baru yang berpotensi unik. Bisnis internasional diselenggarakan dalam suatu perjanjian dagang internasional yang berpotensi menimbulkan masalah bagi perusahaan yang beroperasi secara internasional tersebut. Hal itu, karena melibatkan hukum negara induk (asal) dan peraturan dari negara tuan rumah. Contoh, lemahnya peraturan mengenai lingkungan hidup di banyak negara berkembang berhadapan dengan kuatnya peraturan mengenai lingkungan hidup di negara maju. Suatu praktik bisnis dianggap tidak etis dan tidak legal di suatu negara, sedangkan di negara lain dianggap normal. Pemberian hadiah merupakan hal yang wajar di banyak negara, tetapi pada situasi di mana terjadi konflik kepentingan pemberian hadiah semacam itu dianggap suatu penyuapan.

Melakukan bisnis secara global juga dapat menciptakan dilema etika, berkaitan dengan penjualan atau transfer teknologi dan ilmu pengetahuan. Perusahaan dapat juga dihadapkan kepada keputusan tentang hubungan bisnis seperti apa yang harus diadakan di negara asing yang memiliki nilai politik dan sosial berbeda dengan negara asal. Walaupun terdapat peraturan dari pemerintah yang berusaha menjawab beberapa pertanyaan tentang etika dan hukum, namun masih banyak keputusan penting dan sulit lainnya mengenai bagaimana menyelenggarakan operasi di luar negeri akhirnya menjadi tanggung jawab perusahaan.

Departemen sumber daya manusia global dapat memainkan peran penting dalam membentuk dan menyelenggarakan bisnis internasional melalui pemberian program pelatihan kepada staf sebelum ybs diberangkatkan ke luar negeri. Pelatihan tsb meliputi pengetahuan dasar tentang iklim hukum dan etika di negara dimana karyawan akan ditugasi. Program pelatihan tersebut difokuskan pada peningkatan kesadaran manajer mengenai konsekuensi-konsekuensi dari keputusan mereka baik ditinjau dari perspektif etika maupun hukum.

Kompetensi yang Dibutuhkan Bagi Organisasi Agar Kompetitif

Saudara mahasiswa, keunggulan kompetitif mengacu kepada kemampuan organisasi untuk menformulasikan strategi yang menempatkannya pada posisi yang relatif menguntungkan terhadap perusahaan-perusahaan pesaing dalam industri. Keunggulan kompetitif dapat dicapai melalui peningkatan kapabilitas perusahaan secara efektif yang mencakup seluruh kekayaan fisik dan financial. Juga seluruh kapabilitas lain, seperti kompetensi, proses-proses organisasional, atribut perusahaan, informasi, dan pengetahuan yang dikontrol oleh perusahaan.

Dalam suatu perubahan dunia bisnis yang berlangsung terus-menerus, agar terhindar dari risiko gagal berbisnis, maka organisasi harus dapat beradaptasi terhadap perubahan. Pada umumnya, reaksi yang pertama-tama muncul dari kebanyakan orang jika menghadapi perubahan adalah melakukan penolakan. Dalam konteks organisasi, peningkatan kekuatan perubah akan terjadi melalui penggunaan alat-alat dan keahlian manajemen SDM secara benar. Contoh, organisasi yang memiliki perhatian terhadap perubahan akan lebih memiliki kemampuan beradaptasi terhadap tekanan dan perubahan lingkungan. Artinya, untuk menjadi organisasi yang seperti itu, maka organisasi harus mempekerjakan orang-orang yang lebih fleksibel dan juga mengembangkan karyawan agar memiliki kesadaran bahwa perubahan adalah suatu bagian penting dari pertumbuhan. Perusahaan juga perlu merancang standar kinerja bagi karyawan untuk mendorong fleksibilitas dan keberagaman serta memberi penghargaan kepada karyawan agar bekerja inovatif. Selain itu, organisasi perlu mengkomunikasikan kepada karyawan tentang tipe perubahan yang diperlukan, dan mengapa perubahan itu penting bagi kelangsungan hidup dan keberhasilan perusahaan. Dalam lingkungan kompetitif yang semakin meningkat, organisasi yang memiliki kapasitas berubah yang lebih besar, lebih mungkin untuk memuaskan pelanggan dan memperluas basis pelanggan.

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

Categories
Pendidikan

Konsep Dasar Manajemen Pemasaran

Konsep Dasar Manajemen Pemasaran

Konsep Dasar Manajemen Pemasaran

Coba apa yang ada dalam benak Anda tentang esensi pemasaran? Di dalam situasi persaingan yang semakin ketat sekarang ini, pemasaran merupakan salah satu kegiatan yang penting untuk diperhatikan perusahaan agar kelangsungan hidupnya dapat dipertahankan. Dalam melaksanakan tugas pemasarannya, seorang manajer pemasaran suatu perusahaan perlu memahami karakteristik yang spesifik dari pasar yang akan dituju. Tinjauan yang menyeluruh tentang kebutuhan dan keinginan pasar perlu mendapat perhatian dalam rangka menciptakan kepuasan konsumen melalui barang atau jasa yang ditawarkan. Jadi pada intinya pemasaran mengandung arti “kegiatan yang ditujukan untuk menemukan kebutuhan dan keinginan konsumen dan memuaskannya”.

Langkah awal yang perlu dilakukan oleh manajer pemasaran yaitu memahami kebutuhan konsumen. Kebutuhan setiap orang berbeda-beda, namun dalam kelompok tertentu kebutuhan mereka relatif sama. Perusahaan dapat melayani kebutuhan semua kelompok konsumen tersebut, atau memilih satu kelompok yang potensial untuk dapat dipuaskan kebutuhan dan keinginannya. Proses penentuan kelompok konsumen dan cara memuaskan kebutuannya tersebut melibatkan berbagai konsep dan kegiatan pemasaran. Untuk itu pembahasan akan dimulai dengan pemahaman akan pasar, pemasaran, manajemen pemasaran dan konsep pemasaran.

Semula istilah pasar menunjukkan tempat dimana penjual dan pembeli berkumpul umtuk bertukar barang-barang mereka, misal di pasar tradisional. Ahli ekonomi menggunakan istilah pasar untuk menunjuk pada sejumlah pembeli dan penjual yang melakukan transaksi pada suatu produk. Sedangkan pemasar lebih mengartikan penjual sebagai industri dan pembeli sebagai pasar. Pengertian pasar yang lebih luas dikemukakan oleh William J. Stanton:

Pasar adalah orang-orang yang mempunyai keinginan untuk puas, mempunyai uang untuk berbelanja, dan mempunyai kemauan untuk membelanjakannya.

Jadi dalam pengertian tersebut terdapat tiga faktor utama yang menunjang terjadinya pasar yaitu:

  • orang dengan segala kebutuhannya,
  • daya beli mereka, dan
  • tingkah laku dalam pembelian mereka.

 

Pengertian Pemasaran

Pemasaran pada dasarnya merupakan suatu proses perpindahan barang atau jasa dari tangan produsen ke tangan konsumen. Lebih lanjut beberapa ahli memberikan bermacam-macam batasan tentang pemasaran diantaranya dikemukakan oleh Philip Kotler:

Pemasaran adalah semua proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, manawarkan dan bertukar sesuatu yang bernilai satu sama lain.

Sedangkan pengertian pemasaran menurut American Marketing Association adalah sebagai berikut:

Pemasaran merupakan suatu proses perencanaan dan pengembangan kegiatan usaha yang meliputi kebijakan harga, promosi, dan distribusi sejumlah ide, barang atau jasa yang diarahkan pada suatu proses pertukaran yang memuaskan tujuan individu dan organisasi.

Dari sejumlah definisi pemasaran tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan pemasaran pada dasarnya meliputi empat kegiatan utama yaitu pengembangan produk, promosi, harga dan saluran distribusi yang biasa disebut dengan marketing mix atau bauran pemasaran.

 

Pengertian Manajemen Pemasaran

Fungsi-fungsi manajemen pada dasarnya terdiri dari fungsi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi strategi yang dilaksanakan dalam upaya untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan. Pengertian manajemen pemasaran juga sangat berkaitan dengan tugas-tugas manajer pemasaran dalam melaksanakan fungsi-fungsinya.

Manajemen pemasaran dapat didefinisikan sebagai berikut:
Manajemen Pemasaran adalah suatu proses analisis, perencanaan, implementasi, koordinasi dan pengendalian program pemasaran yang meliputi kebijakan produk, harga, promosi, dan distribusi dari produk, jasa, dan ide yang ditawarkan untuk menciptakan dan meningkatkan pertukaran manfaat dengan pasar sasaran dalam upaya pencapaian tujuan organisasi (Boyd, Walker, Larreche, 1998, p.16).

Sedangkan pengertian manajemen pemasaran menurut American Marketing Association adalah sebagai berikut:
Manajemen Pemasaran adalah perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian operasi pemasaran total, termasuk tujuan perumusan tujuan pemasaran, kebijakan pemasaran, program pemasaran dan strategi pemasaran, yang ditujukan untuk menciptakan pertukaran yang dapat memenuhi tujuan individu maupun organisasi.

Dari definisi-definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa Manajemen Pemasaran meliputi proses analisis, perencanaan, implementasi, dan pengendalian program pemasaran. Pada tahap awal pemasar perlu melakukan analisis peluang pemasaran u tuk mengidentifikasi kebutuhan pelanggan dengan menganalisis lingkungan pemasaran dan perilaku konsumen. Pada tahap kedua pemasar perlu menyusun perencanaan pemasaran stratejik yaitu dengan merumuskan tujuan pemasaran, mengidentifikasi kendala yang menghambat tujuan, mengembangkan strategi pemasaran, dan menetapkan program pemasaran. Tahap ketiga impelemntasi rencana pemasaran dan tahap terahir adalah pengendaian pemasaran.

 

Konsep Dasar /Filosofi Pemasaran

Manajer pemasaran dalam melakukan aktifitasnya perlu memikirkan orientasi atau filosofi yang mendasari upaya pemasarannya. Melalui filosofi tersebut kegiatan pemasaran mempunyai pola orientasi bisnis dan pemasaran baik pada perusahaan, pelanggan ataupun masyarakat.

Terdapat lima konsep sebagai bentuk filosofi dalam pemasaran yaitu konsep produksi, konsep produk, konsep penjualan, konsep pemasaran dan konsep pemasaran kemasyarakatan.

Konsep produksi yaitu konsep yang berorientasi produksi menekankan bahwa kegiatan produksi harus diutamakan dan dilakukan sebanyak-banyaknya untuk memenuhi permintaan. Tujuan konsep produksi adalah pencapaian efisiensi prosuksi, biaya rendah, dan distribusi massa.

Konsep produk yaitu konsep yang menekankan bahwa sukses pemasaran tergantung pada kualitas produk yang dihasilkan perusahaan. Perusahaan yang memakai konsep ini selalu berusaha memenangkan persaingan melalui pembuatan produk unggulan Perusahaan selalu berupaya menghasilkan produk berkulitas dan terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas produknya.

Konsep penjualan yang menekankan bahwa konsumen tidak akan mengkonsumsi produk dari suatu perusahaan, apabila perusahaan tersebut tidak melakukan usaha promosi dan penjualan yang agresif.

Konsep pemasaran merupakan konsep yang lebih menitikberatkan pada kepentingan pelanggan atau kepuasan konsumen. Filosofi konsep pemasaran dikemukakan oleh Kotler sebagai berikut:

Konsep pemasaran sebagai filosofi berpendapat bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diinginkan secara lebih efektif dan efisien dibanding pesaingnya.

Dengan demikian konsep pemasaran sebagai filosofi mencakup tiga unsur, yaitu:

Orientasi pelanggan. Orientasi pelanggan terdiri dari kegiatan penentuan produk dan program pemasarannya melalui pengembangan dan implementasi strategi pemasaran.
Pemasaran yang terkoordinasi dan terintegrasi. Perlunya koordinasi dan integrasi seluruh kegiatan pemasaran pada berbagai unit di dalam perusahaan ditujukan untuk dapat memberikan kepuasan pelanggan.
Pencapaian tujuan kinerja organisasi. Tujuan perusahaan adalah untuk mendapatkan laba atau tingkat keuntungan yang layak yang dapat digunakan untuk mengembangkan perusahaan.
Perbedaan konsep pemasaran dengan konsep penjualan pada titik tolak, pusat perhatian (fokus), prosedur dan alat, serta hasil akhirnya. Konsep penjualan berawal dari keinginan perusahaan, memfokuskan pada usaha mempertahankan produk melalui upaya promosi dan penjualan sebanyak-banyaknya untuk mendapatkan laba yang tinggi. Sedangkan konsep pemasaran titik tolaknya adalah keinginan pasar, fokusnya pada usahamemnuhi kebutuhan konsumen, melakukan pemasaran yang terintegrasi, dan hasil akhirnya adalah pencapaian laba yang diperoleh dengan cara memuaskan pelanggan.

Konsep pemasaran kemasyarakatan. Konsep ini merupakan perkembangan dari konep pemasaran yang disesuaikan dengan perubahan sejalan dengan adanya kesadaran masyarakat tentang pentingnya memelihara keseimbangan lingkungan dan sosial, serta kesejahteraan masyarakat. Konsep ini menekankan bahwa tugas organisasi adalah memahami kebutuhan dan keinginan pasar sasaran dan meningkatkan kepuasan konsumen lebih efektif dan efisien dibanding pesaing untuk mencapai kesejahteraan sosial konsumen. Beberapa faktor yang mendorong berkembangnya konsep ini adalah isu-isu tentang lingkungan hijau (green marketing), pemasaran sosial, etika dan moral berbisnis, serta profit oriented versus social oriented. Perusahaan harus lebih berorientasi pada umat dan kelangsungan hidup agar tidak terjadi konflik kepentingan antara produsen dengan masyarakat. Misal perusahaan penyedap rasa perlu mencantumkan label halal dan mendapat sertifiksi dari majelis Ulama Indonesia (MUI) agar produknya tidak dijauhi oleh konsumen. Perusahaan kayu lapis baru dapat memasarkan produknya apabila mendapatkan sertifikasi ecolabel dari dunia untuk menjamin perusahaan yang bersangkutan malakukan penanaman hutan kembali dan sisa-sisa proses produksinya telah didaur ulang menjadi produk yang bermanfaat. Konsumen sekarang ini menghendaki adanya tanggungjawab sosial dari produsen produk-produk yang bahannya berasal dari hutan agar dapat menjaga kelestarian hutan demi terciptanya kesejahteraan masyarakat dunia.

Perkembangan dewasa ini menunjukkan adanya ketidakpuasan konsumen terhadap barang yang dibelinya karena terdapat ketidaksesuaian antara kenyataan dengan propaganda perusahaan. Pada kenyataannya banyak perusahaan yang hanya memikirkan keuntungan yang besar tanpa memperhatikan kepentingan konsumen. Ini tidak sesuai dengan Konsep Pemasaran yang berusaha memberikan kepuasan kepada konsumen untuk mendapatkan laba jangka panjang. Untuk itu masalah konsumerisme menjadi menjadi sangat penting untuk diperhatikan. Cravens dan Hills mengemukakan konsumerisme sebagai berikut.

Konsumerisme adalah kekuatan sosial di dalam lingkungan yang ditujukan untuk membantu dan melindungi konsumen dengan menggunakan hukum, modal dan tekanan ekonomi terhadap perusahaan.

 

Isu Pemasaran Yang berubah

Perkembangan situasi bisnis sekarang ini sangat dipengaruhi oleh perkembangan arus informasi, teknologi dan tuntutan masyarakat yang selalu mengikuti perubahan. Bisnis masa kini berada pada lingkungan yang selalu berubah dengan cepat dan dinamis. Globalisasi yang ditandai dengan adanya arus perdagangan tanpa batas negara, ruang dan waktu membuat tingkat persaingan menjadi semakin tajam. Tingginya tingkat persaingan juga didukung oleh adanya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang memungkinkan adanya perdagangan lewat internet atau komputer sehingga membawa dampak pada perubahan perilaku beli dan jual masyarakat.

Dengan adanya tingkat persaingan yang tajam, membuat banyak produk yang relatif sama di pasar (look a like product). Hal ini menjadikan konsumen dihadapkan pada banyak pilihan produk dan sulit membedakan satu produk dengan produk lain. Konsumen menjadi semakin demanding atau menuntut nilai (value) produk dengan lebih membandingkan harga dan manfaat produk yang didapat. Konsumen masa kini lebih pandai mengharapkan lebih dari apa yang mereka terima di masa sebelumnya. Konsumen lebih mencari esensi nilai produk yaitu barang dan jasa yang berkualitas dengan harga yang wajar. Persepsi konsumen atas nilai berkaitan dengan kualitas produk yang dapat memberikan kepuasan konsumen yaitu kemampuan barang dan jasa yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan melebihi harapan pembeli. Pelanggan akan puas bila mereka mendapatkan kualitas barang dan jasa dengan harga yang wajar sehingga semakin besar kemungkinan melakukan pembelian ulang atau melakukan hubungan dengan perusahaan.

Oleh karena itu hanya perusahaan yang mendasarakan keputusan pemasarannya pada customer oriented dan value oriented-lah yang bisa bertahan. Konsep market driven atau consumer driven perlu diterapkan ke dalam kebijakan intern perusahaan agar kepuasan pelanggan menjadi orientasi atau fokus perusahaan. Kelangsungan hidup perusahaan juga sangat tergantung dari kemampuan perusahaan menciptakan hubungan baik dengan konsumen (consumer relationship). Untuk itu perusahaan sebaiknya menerapkan konsep pemasaran berdasarkan hubungan (relationship marketing) yang pada dasarnya mempunyai tujuan untuk menciptakan loyalitas pelanggan yang kuat. Hal ini mengakibatkan banyak perusahaan yang berada pada posisi pemimpin pasar lebih berupaya untuk mempertahankan pelanggannya daripada menerobos pasar baru. Hal dasar yang perlu diperhatikan perusahaan dalam menjalin hubungan ini adalah memahami benar apa kebutuhan dan keinginan serta harapan individual konsumen. Akhir-akhir ini banyak perusahaan yang menyadari untuk menerapkan individualized marketing atau one to one marketing dengan cara menciptakan produk yang dapat tepat memenuhi apa yang diinginkan dan dibutuhkan kelompok konsumen.

 

Sumber : https://seputarilmu.com/

Categories
Perikanan

Penyebab Kematian Ikan Lele

Meskipun ikan lele dikenal sebagai ikan yang tahan banting, tapi lele juga tidak luput dari hama dan penyakit. Dibawah ini akan dipaparkan beberapa penyebab kematian ikan lele:

PENYEBAB KEMATIAN LELE

Perubahan Suhu Ekstrim

Saat musim kemarau, perubahan cuaca antara siang dan malam bisa berubah drastis. Jika malam hari suhu kolam terlalu dingin, bisa menyebabkan kematian. Itu umumnya terjadi pada kolam tanah.
Pakan Berlebihan
Pakan berlebihan menimbulkan penumpukan sisa makanan di dasar kolam sekaligus pemborosan biaya. Sisa pakan dan kotoran lama kelamaan mengendap di dasar kolam. Jika tidak dibersihkan, keduanya akan bekerjasama meningkatkan kadar amonia dalam air kolam. Amonia berlebih dapat menyebabkan kematian ikan. Selain itu juga kolam menjadi bau.

 

HAMA

Cacing yang biasa menyerang lele antara lain Dactylogyrus spp, ia bereproduksi dengan meletakkan telur pada insang, dan Gyrodactylus spp, yang menyerang kulit dan sirip, ia bereproduksi dengan melepaskan larva di permukaan kulit. Kemunculan keduanya dipicu kepadatan kolam yang tinggi dan perubahan cuaca yang mendadak
Gejala : Nafsu makan turun. Ikan kerap terlihat di permukaan lantaran cacing merusak insang. Insang yang terserang rusak, bengkak, berwarna pucat, dan mengeluarkan darah. Pernafasan lele terganggu, ikan terlihat pucat dcan terdapat lendir merah muda berlebihan pada permukaan kulit. Kadang ikan menggesek-gesekkan tubuhnya dipinggir kolam karena merasa gatal. Luka kemudian menjadi jalan masuk infeksi sekunder bakteri dan sendawan.
Pencegahan : Jaga kepadatan kolam dalam kondisi normal
Penanggulangan : Ganti air dan kurangi kepadatan kolam. Taburkan garam dapur (NaCl) 40 gram/m2 ke dalam kolam. Kalium permanganat dengan konsentrasi 0,01% juga dapat digunakan sebagai media perendaman ikan selama 30 menit. Jika berada dalam kolam, gunakan dosis 2-3 ppm. Ulangi 2-3 hari kemudian.

 

Dysticus spp

Lantaran berada di bawah permukaan air, hama berupa kumbang air itu sulit dibasmi. Ia meletakan telurnya di tanaman atau di daun-daun yang berada di awah permukaan air. Ketika menetas, larva kemudian mulai memakan ikan terutama benih. Begitu pula kumbang air dewasa.
Pencegahan : Bersihkan kolam dari daun yang berguguran dan jatuh di permukaan kolam. Daun dapat menjadi rumah begi kumbang air dewasa.
Penanggulangan : Buang dedauanan di permukaan kolam yang kerap menjadi kandang bagi hama dewasa.

 

Notonecta

Serangga yang biasa disebut bebeyesan dalam bahasa sunda itu mneyerang benih kecil ukuran 2-3 cm terutama pada awal penebaran. Ia dapat berpindah dengan cara terbang dari kolam satu ke kolam lainnya.
Pencegahan : Kontrol kolam sepekan setelah penebaran untuk melihat daa tidaknya serangan hama. Tebarkan benih ukuran lebih besar
Penanggulangan : Bila terlihat ada serangga sebesar bulir beras di permukaan air, serok dengan perlahan menggunakan saringan halus kemudian matikan.

 

Larva Capung Odonata

Salah satu spesiesnya Anox Junius. Fase dewasanya dapat mencapai panjang 76 mm dicirikan dengan kepala kehijauan dan abdomen kebiruan. Yang berbahaya adalah fase larva. Hama sulit dibasmi karena larva berada di bawah permukaan air. Untuk itu lakukan pencegahan agar resiko kehilangan dapat ditekan
Pencegahan : Lakukan sanitasi kolam sebelum menggunakannya kembali. Bersihkan tanaman kecil yang tumbuh liar dipermukaan dalam kolam. Tanaman liar dapat menjadi sarang larva capung odonota

Categories
Perikanan

Pakan Lele

Pakan Lele

Pakan Lele

Ikan lele digolongkan dalam karnivora. Lele dikenal sebagai pemakan hewan dan pemakan bangkai. Makananya berupa binatang-binatang renik seperti kutu-kutu air, cacing-cacing, larva (jentik-jentik serangga), siput-siput kecil dan sebagainya. Lele juga memakan makanan yang membusuk, seperti bangkai hewan dan kotoran manusia.

Ikan lele biasanya mencari makan di dasar perairan, tetapi bila ada makanan yang terapung maka lele juga akan cepat menyambarnya. Dalam mencari makanan, ikan lele tidak mengalami kesulitan karena mempunyai alat peraba (sungut) yang sangat peka terhadap keberadaan makanan baik di dasar perairan, di pertengahan maupun di permukaan. Ikan lele dikenal sebagai ikan yang rakus dalam hal makan. Karena itu, walaupun dikenal sebagai ikan pemakan hewan, tetapi dapat juga menyantap apa yang diperolehnya, termasuk sisa-sisa dapur, seperti nasi dan dedak yang diberikannya di kolam. Oleh karena itu, sebagian ahli menggolongkannya ke dalam omnivora. Namun, sifatnya sebagai ikan pemakan hewan tetap melekat pada dirinya. Ini terbukti, bila dalam pemeliharaannya diberikan pakan yang banyak mengandung protein nabati maka pertumbuhannya lambat. Pertumbuhan lele dapat dipacu dengan pemberian pakan berupa pelet yang mengandung protein minimal 25%, juga diberikan pakan tambahan berupa bangkai ayam, bangkai itik, ikan runcah, daging bekicot, siput air dan sebagainya. Untuk tumbuh optimal, lele memerlukan makanan yang mengandung protein 35-40%. Untuk lebih jelasnya silahkan lihat pada tabel di bawah ini:

Kebutuhan gizi ikan lele

Zat gizi Kebutuhan (%)
Protein 35-40
Lemak 9,5-10
Karbohidrat 20-30
Vitamin 0,25-0,40
Mineral 1,0

Kesalahan perhitungan gizi dalam membuat pakan akan berimbas pada laju pertumbuhan lele dan kesehatan, serta daya tahan lele.

Tabel berikut akan memaparkan kandungan nutrisi dari beberapa bahan baku untuk membuat pakan ikan

Jenis Tepung Ikan Kandungan Nutrisi (%)
Protein Lemak Karbohidrat Serat Abu Air
Tepung Mujair 55,60 11,20 7,36 19,50 6,34
Tepung Petek 66,00 15,12 2,80 13,20 9,60
Tepung Teri 63,76 3,70 4,10 18,28 10,28
Tepung Tongkol 55,72 4,11 6,62 28,60 4,95
Tepung Kembung 40,36 5,25 1,26 31,96 20,90
Tepung Cumi 74,80 8,80 3,40
Tepung Kepala Cumi 70,19 2,16
Tepung Kepala Udang 43,95 5,11 0,26 17,45 26,70 6,53
Tepung Kerang 66,56
Tepung Darah 93,00 1,40 1,10 7,10
Tepung Kedelai 37,42 6,26 47,51 4,98 8,48
Tepung Kanji 0,41 0,54 73,24 13,16 1,55 12,80
Tepung Beras 14,10 15,10 12,80 12,80
Tepung Sagu 7,25 0,55 66,21 11,24 1,53 8,49
Tepung Ketan 8,21 2,13 83,12 2,26 2,96 1,32
Tepung Dedak 10,86 11,19 34,73 13,16 1,55 12,60
Tepung Jagung 7,63 4,43 72,71 1,52 2,70 11,02

Dalam memilih bahan baku untuk pakan ikan perlu beberapa kriteria, yaitu:

  • Kandungan nutrisi yang cukup
  • Daya cerna
  • Ketersediaan
  • Kontinuitas
  • Harganya terjangkau
  • Mudah diolah
  • Tidak mengandung racun
Categories
Perikanan

CARA ALAMI MENSTABILKAN ph AIR KOLAM LELE

 CARA ALAMI MENSTABILKAN ph AIR KOLAM LELE

CARA ALAMI MENSTABILKAN ph AIR KOLAM LELE

Seperti kita ketahui perubahan cuaca panas ke dingin atau hujan sangat perlu kita antisipasi apalagi bila kolam ikan lele kita berada di tempat terbuka, buiasanya bila pada kolam terbuka dan hujan, maka air hujan akan masuk ke dalam kolam yang menyebabkan menurunnya Ph air kolam sehingga sangat perlu kita netralisir kembali agar benih ikan lele yang kita pelihara tidak terserang penyakit.

Salah satu tanaman yang mempunyai manfaat sebagai penetralisir Ph air adalah Pohon Pepaya. Tanama ini sangat bermanfaat, mulai dari daun hingga pohonnya bisa kita gunakan sebagai penetralisir dengan cara memasukkan beberapa lembar daun Pohon Pepaya ke dalam air kolam.

Categories
Perikanan

Cara Budi Daya Ikan Lele

Banyak orang yang tergiur dengan kesuksesan budi faya ikan lele, khususnya lele sangkuriang, pemberitaan tentang tokoh-tokoh yang sukses dalam usaha ternak budidaya lele semakin menginspirasi, banyak orang yang ikut terjun dan berharap meraih kesuksesan dalam usaha ini. Ditambah lagi dengan semakin banyaknya informasi dari beberapa media tentang peluang usaha budidaya ikan lele yang semakin menjanjikan karena pangsa pasarnya yang luas dan permintaan ikan lele yang terus meningkat, bahkan belakangan ini telah ramai dibicarakan bahwa ikan lele akan ikut andil dalam komoditi akspor, dikarenakan ada beberapa negara yang memang sangat membutuhkan pasokan ikan lele. Bagi para pelaku usaha dan bisnis hal ini tentunya lebih menambah semangat lagi untuk segera memulai usaha budidaya ikan lele.
Semangat dan keyakinan memang sangat dibutuhkan dalam merintis suatu usaha, akan tetapi kesuksesan membutuhkan lebih dari sekedar semangat dan keyakinan, telah banyak orang yang merasa yakin dan bersemangat penuh untuk menggeluti usaha budidaya atau ternak ikan lele harus berakhir dengan kegagalan yang menyedihkan, jenis usaha atau bisnis yang berbasis pada makhluk hidup memang mempunyai tantangan tersendiri, sebagai oarang yang baru akan memulai ayau mungkin sudah pernah gagal tidak ada salahnya langkah-langkah dibawah ini dijadikan bahan pertimbangan:

Cara Budi Daya Ikan Lele

Memilih Lokasi

Lokasi merupakan salah satu bagian penting dalam rencana budidaya ikan lele. Ketika sudah memilih suatu tempat untuk usaha pembesaran lele, sulit untuk kemudian memindahkannya ketika usaha tersebut telah berjalan. Lele hidup dengan baik di daerah dataran rendah hingga lokasi yang tinggi, dengan ketinggian maksimum 700 meter dpl. Jika lokasi budidaya di atas 700 meter dpl, akan beresiko menurunkan produktivitas dan memperlambat pertumbuhan lele. Oleh karenanya, ketika memilih lokasi perlu didasarkan atas pertimbangan yang matang. Meskipun lele tidak menuntut banyak atribut dalam hal lingkungan, tetapi tidak semua lahan bisa dijadikan untuk area perkolaman. Setidaknya ada tiga persyaratan yang harus dipenuhi ketika akan memilih lahan untuk dijadikan area perkolaman, yaitu persyaratan teknis, sosial, dan ekonomis.

Secara teknis, lahan untuk area perkolaman sebaiknya dekat dengan sumber air, tetapi bukan merupakan daerah yang rawan banjir. Hal ini akan memudahkan dalam pengadaan air sebagai media hidup lele.

Namun demikian, lele merupakan jenis ikan yang mampu hidup pada air tergenang sehingga dengan sumber air yang sedikit usaha pembesaran lele sudah bisa dijalankan. Secara sosial, kegiatan pembesaran lele sebaiknya tidak mengganggu aktivitas masyarakat sekitar. Demikian juga kegiatan masyarakat sekitar tidak mengganggu proses produksi pembesaran lele. Sementara secara ekonomi, lahan untuk kolam lele sebaiknya disesuaikan dengan skala usaha. Selain itu juga kunci sukses (secara ekonomi) budidaya lele dapat terjadi ketika kita dapat menghemat biaya pakan, artinya kita harus bisa membuat pakan lele sendiri dengan formulasi nutrisi yang tepat untuk pertumbuhan lele. Secara lebih rinci akan diuraikan di cara membuat pakan di blog ini.

 

Persiapan Kolam

Persiapan kolam merupakan merupakan kewajiban dan harus diperhatikan dengan baik bagi para pelaku usaha budidaya lele, banyak kesalahan awal terjadi dari sini, kolam ikan lele yang tidak memenuhi persyaratan akan berakibat buruk untuk kelanjutan usaha budidaya ikan lele, kolam haruslah disesuaikan dengan kebutuhan, apakah untuk segmen pembenihan, atau segmen pembesaran, demikian juga dengan jenis kolamnya, kolam tanah, kolam semen, atau kolam terpal, ukuran kolam juga harus diperhatikan agar dapat disesuaikan dengan kisaran tebar ideal yang biasanya berkisar 100 s/d 120 ekor/m2.
Berbagai jenis kolam memiliki kelebihan dan kekurangan. Saat ini, kolam terpal banyak digunakan karena pembuatannya cukup praktis, biayanya cukup murah, dan daya tahannya cukup lama. Namun, beberapa pembudidaya tetap memilih kolam tanah sebagai tempat budidaya lele karena dianggap lebih alami dan paling ideal bagi lele.

Memilih Benih

Memilih benih yang akan digunakan untuk pembesaran lele merupakan aspek yang penting. Benih inilah awal dari usaha pembesaran lele. Laju pertumbuhan lele kemudian sangat dipengaruhi oleh kondisi benih saat akan ditebar. Berikut kriteria memilih benih:
1. Benih berasal dari varietas yang tahan penyakit dan laju pertumbuhannya tinggi. Varietas benih yang memiliki kedua kriteria tersebut antara lain lele sangkuriang, lele dumbo, lele paiton, lele phyton.
2. Adapun varietas yang dipilih, pastikan benih tersebut dalam kondisi sehat. Benih yang sehat ditandai dengan pergerakannya yang aktif, nafsu makan bagus, tidak menggerombol disatu sisi/tempat, dan tidak menggantung di tepi wadah. Secara fisik ukuran tubuhnya berbanding lurus dengan umurnya, sungutnya utuh, dan ekornya berbentuk normal. Kulit benih tampak cerah dan mengkilat. Bentuk tubuh dari kepala sampai ekor tampak proporsional.
3. Ukuran benih seragam. Hal ini penting, mengingat lele adalah hewan yang memiliki sifat kanibal yang tinggi. Bila ada benih yang berukuran kecil kemungkinan akan dimangsa oleh benih yang berukuran besar
4. Benih didapat dari indukan yang berkualitas baik. Untuk memastikannya, anda bisa mendatangi tempat pembibitannya. Pastikan proses pembibitan dilakukan dengan prosedur yang tepat dan menggunakan indukan yang unggul.

 

Memilih Pakan

Seperti halnya manusia, lele juga merupakan makhluk hidup yang perlu mendapatkan asupan gizi atau nutrisi yang baik untuk pertumbuhannya. Gizi yang penting bagi ikan lele adalah protein, lemak karbohidrat, vitamin dan mineral. Bagi lele, protein digunakan sebagai sumber energi untuk pembaruan/mengganti jaringan yang rusak dan pertumbuhan ikan. Lemak bagi lele berfungsi sebagai sumber asam lemak esensial (EFA) yang berperan penting bagi pertumbuhan dan pertahanan, komponen pembentuk membran sel dan subsel, serta berperan penting terhadap fungsi biologi, seperti pemeliharaan sistem membran, transpor lipid, dan prekursur hormon steroid. Karbohidrat berfungsi menggantikan protein dan lemak sebagai sumber energi. Umumnya, penggunaan karbohidrat bertujuan untuk mengurangi biaya pakan karena sumber energi karbohidrat lebih ekonomis serta mudah mudah dicerna dan di manfaatkan oleh ikan
Hal yang perlu diperhatikan ketika memilih pakan lele adalah bahan penyusunnya. Lele merupakan binatang karnivora. Oleh karenanya, pilih pakan yang banyak mengandung bahan hewani, seperti tepung ikan, ikan runcah, tepung darah, tepung daging dan tulang, serta tepung kepala udang

 

Pemberian Pakan

Terdengarnya mudah, tapi jangan pernah menganggap remeh masalah pemberian pakan untuk iakn lele, apa lagi bagi para pembudidaya yang baru memulai, boleh jadi ikan lele adalah jenis ikan yang rakus dan tergolong omnivora, tapi jika tidak benar dalam tata cara dan waktu pemberian pakannya sama saja anda sedang melakukan pembuangan uang ke dalam kolam. Hal ini akan menyebabkan banyak jenis penyakit yang timbul dan mengakibatkan kematian pada ikan lele, disebabkan dari kesalahan tata cara dan waktu pemberian pakan, kalau sudah demikian dua hal yang pasti akan terjadi, anda akan kehilangan banyak bibit lele da pakan akan terbuang sia-sia.

 

Manajemen Air

Perawatan dan pengelolaan air sangat penting dilakukan karena ikan hidup pada media air. Oleh karena itu, media hidup ikan ini perlu dirawat sebaik mungkin walaupun lele mempunyai alat bantu pernapasan berupa labirin/arboresen yang bisa digunakan untuk mengambil oksigen langsung dari udara dan termasuk jenis ikan yang dapat bertahan hidup pada kondisi air yang kurang baik dengan kepadatan tinggi.
Kualitas air dalam kolam bisa diukur secara fisik dan kimia.
Secara fisik, parameter yang bisa digunakan sebagai berikut:

– Air harus bersih
– Berwarna hijau cerah
– Kecerahan/transparansi sedang (30-40 cm)
– pH air berkisar antara 6-9
– Oksigen terlarut dalam air harus > 1 mg/l

sementara parameter kualitas air secara kimia sebagai berikut:

– Bebas dari senyawa beracun, seperti amoniak
– Mempunyai suhu optimal (22-26 C). Suhu air mempengaruhi laju pertumbuhan, laju metabolisme ikan, nafsu makan ikan, dan kelarutan oksigen dalam air

Penurunan kualitas air yang kerap terjadi merupakan penurunan kandungan oksigen dan peningkatan amoniak yang ditandai menurunnya nafsu makan pada ikan. Upaya pencegahan penurunan kualitas air dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

– Alirkan air ke dalam kolam secara terus menerus, apabila ketersediaan air berlebih
– Lakukan pergantian air dengan jalan membuang setengah dari volume air kolam dan menggantinya dengan air baru

Categories
Perikanan

Jenis-Jenis Lele

Lele atau ikan keli adalah jenis ikan yang hidup di air tawar. Lele mudah dikenali karena tubuhnya yang licin, agak pipih memanjang, serta memiliki kumis yang panjang, yang mencuat di sekitar mulutnya. Lele merupakan jenis ikan konsumsi yang telah dikenal oeh masyarakat sejak dulu. Daging lele yang lezat dan gurih membuatnya banyak digemari oleh masyarakat sebagai lauk. Kandungan gizinya yang tinggi, terutama protein, juga menjadi alasan jenis ikan catfish ini dikonsumsi sebagai sumber protein hewani. Harga ikan lele yang cenderung lebih murah dibandingkan jenis ikan air tawar dan ikan laut ini menjadikan ikan berkumis ini menjadi favorit diseluruh kalangan masyarakat, dari kalangan bawah, menengah, hingga atas.
Awalnya, ikan lele memiliki laju pertumbuhan yang lama, terutama untuk jenis lele lokal. Pembudidaya harus menunggu hingga 3-4 bulan untuk memanen lele dengan ukuran konsumsi. Tak heran bila pembudidaya enggan memelihara jenis ikan ini karena kurang mendatangkan profit. Kalaupun ada yang memeliharanya, ikan ini hanya dipelihara sebagai usaha sambilan untuk mengisi sela-sela waktu luang dengan pemberian pakan seadanya. Namun, kegigihan para peneliti untuk menciptakan varietas lele dengan kemampuan laju pertumbuhan cepat mengubah segalanya. Kini, sudah banyak varietas lele yang mampu tumbuh dengan cepat sehingga bisa dipenen dalam waktu relatif cepat. Hanya dibutuhkan waktu dua bulan untuk mendapatkan lele ukuran konsumsi.
Berikut ini beberapa jenis varietas lele yang mempunyai laju pertumbuhan yang cepat.

Jenis-Jenis Lele

Lele Dumbo

Lele dumbo merupakan jenis ikan lele umum yang banyak dibudidayakan masyarakat dan banyak dijumpai dipasaran. Sekilas lele dumbo dan lele lokal hampir sama secara morfologinya. Namun, apabila dilihat secara visual, tubuh lele dumbo lebih panjang dan lebih gemuk (bongsor) dari pada lele lokal. Oleh karena ukurannya lebih besar serta pertumbuhan lebih cepat maka lele dumbo banyak dibudidayakan secara masal oleh pembudidaya.

 

Lele Phyton

Jenis lele ini merupakan silangan lele dumbo (turunan ke-6/F6) dengan lele D89 keturunan kedua (F2). Bukan tanpa alasan nama phyton disematkan pada lele jenis ini. Sosoknya memang menyerupai ular phyton. Warna dan bentuk kepalanya serupa dengan kepala ular phyton, agak lonjong. Dibagian kepala lele ini ada tonjolan yang menyerupai punuk pada sapi. Dibandingkan dengan lele dumbo, sungut pada lele phyton terlihat lebih panjang. Selain pertumbuhannya yang cepat, lele phyton juga dikenal sebagai iakn yang tahan penyakit, rasa dagingnya juga terbilang gurih

 

Lele Sangkuriang

Lele sangkuriang merupakan hasil perbaikan genetik melalui cara silang balik antara induk betina generasi kedua (F2) dengan induk jantan generasi keenam (F6). Dari hasil persilangan tersebutlah muncul sosok unggul lele sangkuriang. Secafra fisik, penampilan lele sangkuriang hampir mirip dengan lele dumbo. Pertumbuhan lele sangkuriang terbilang cepat. Pertumbuhan hariannya mencapai 3,53% (lele dumbo hanya 2,73%). Dalam hal kemampuan mengubah pakan menjadi daging, lele sangkuriang terbilang efisien karena angka konversi pakannya berkisar 0,8-1.

 

Lele Paiton

Lele paiton merupakanpersilangan antara betina lele eks Thailand dengan lele jantan dumbo. Pertumbuhan lele ini terbilang cepat. Untuk mencapai ukuran konsumsi (7-10 ekor/kg), lele jenis ini hanya membutuhkan waktu 2 bulan, sedangkan lele dumbo ditempuh dalam kurun waktu maksimal 3 bulan.

HABITAT DAN PERILAKU

Lele tidak pernah ditemukan di air payau atau air asin, kecuali lele laut yang tergolong kedalam marga dan suku yang berbeda (Ariidae). Habitatnya di sungai dengan arus air yang perlahan, rawa, telaga, waduk, sawah yang tergenang air. Bahkan ikan lele bisa hidup pada air yang tercemar, misalkan di selokan pembuangan.
Ikan lele bersifat nokturnal, yaitu aktif bergerak mencari makanan pada malam hari. Pada siang hari, ikan lele berdiam diri dan berlindung di temapt-tempat gelap. Di alam, ikan lele memijah pada musim penghujan. Walaupun biasanya lele, lebih kecil dari ikan gurame pada umumnya, namun ada beberapa jenis lele yang bisa mencapai panjang 1-1,5 mdan beratnya bisa mencapai lebih dari 2 kg, misalnya lele Wels dari Amerika